Sejatinya cinta bertahan hanya 4 tahun, selebihnya cinta itu akan hilang

Bismillaah

Tak akan menemukan ujung ketika kita sudah berbicara tentang cinta πŸ’¦

Apa itu cinta?
Mereka berkata cinta itu adalah kebahagiaan, tetapi mengapa tak sedikit orang merasakan kesedihan karna cinta?

Ketika jantungku berdetak tak sepeti biasanya saat di sampingmu, apakah itu pertanda cinta?
Lalu bagaimana jika jantungku pun sama detakannya ketika bertemu dengan dosen killer, apakah aku juga jatuh cinta pada dosen itu?

------------

Seorang peneliti dari Research at National Autonomous University Of Mexico mengungkapkan sebuah hubungan CINTA pasti akan menemui titik JENUH. Penyebabnya bukan hanya karna faktor bosan semata, tapi karna kandungan zat kimia dalam otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah terkikis.

Rasa cinta yang menggila pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari empat tahun saja πŸƒ. Selebihnya, cinta itu akan hilang. Yang tertinggal adalah dorongan nafsu saja, dan bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta. Hal ini disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik diotak yang berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia dan gembira. Namun, seiring berjalannya waktu dan dinamika kehidupan yang naik-turun, dengan sendirinya hormon-hormon tersebut akan turun. (Sumber: www.detik.com)

.....................
Alkisah, seorang sahabat yang bernama Abdurrahman bin Abu Bakar RA pernah mengalami jatuh cinta. Beliau tergila-gila pada seorang wanita yang berparas rupawan, dan memiliki bentuk gigi yang menarik. Wanita itu bernama Laila. Karena begitu seringnya menyebut nama Laila, Khalifah  Umar bin Khattab merasa iba pada Abdurrahman. Sampai-sampai, saat pasukan islam hendak menaklulkan Syam, beliau berpesan pada panglima perang "Bila Laila binti Al-Judi masuk sebagai tawanan perang, maka berikanlah kepada Abdurrahman.

MasyaaAllah, karena Allah senantiasa memberikan pelajaran bagi manusia, niatan itu terijabahkan. Ketika Syam dikuasai oleh kaum muslimin, Laila termasuk sebagai tawanan perang. Gadis cantik itu pun berstatus menjadi budak. Ia lalu diberikan kepada Abdurrahman bin Abu Bakar. Betapa girangnya hati Abdurrahman. Impiannya memiliki gadis tambatan hati benar-benar tercapai. Begitu besar cintanya hingga istri-istrinya yang lain terabaikan.

Tak lama kemudian, Laila ditimpa suatu penyakit yang menyebabkan bibirnya cacat hingga giginya selalu nampak alias *tonggos*. Mendapati hal demikian, bumi seolah berbalik. Abdurrahman yang semula cinta mati, menjadi luluh dan sirna cintanya. Bila sebelumnya ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, sekarang memandang Laila pun ia enggan. Perlakuannya pun menjadi tak lembut lagi.

Laila dilanda kesedihan. Ia mengadu kepada Sayyidah Aisyah RA. Mendapat pengaduan Laila ini, maka Sayyidah Aisyah pun segera menegur saudaranya dengan berkata "Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih. Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya."

Karena didesak oleh saudarinya, maka akhirnya Abdurrahman pun memulangkan Laila kepada keluarganya.

Cerita di atas sebetulnya pelajaran luar biasa yang diberikan Allah, jauh sebelum hasil penelitian tadi :')

Next kita ke kisah yang lain...
Kisah berikutnya datang dari Romeo dan Juliet. Banyak orang mengatakan bahwa kisah mereka adalah salah satu contoh cinta sejati. Benarkah itu?

Pada klimaks kisah tersebut, diceritakan bahwa Romeo berniat bunuh diri ketika mendengar Juliet telah meninggal dunia. Sebagai bukti cintanya, Romeo lantas menenggak racun di hadapan mayat juliet. Naas, ternyata juliet hanya berpura-pura mati. Dan nyawa Romeo terlanjur tak tertolong lagi. Juliet yang didera kesedihan pun akhirnya menenggak racun yang sama untuk menyusul kekasihnya ke alam baka.

Romeo dan Juliet sama-sama melakukan bunuh diri karena masing-masing tidak mau ditinggalkan. Hal ini berarti mereka hanya sebatas mencintai tubuh pasangannya. Mereka lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Jika cinta mereka sejati, maka seharusnya tidak melakukan dosa besar yang dilaknat Allah.

----------------

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali fenomena cinta yang patut kita jadikan pelajaran.

Islam pun sudah mengatur segala sisi kehidupan termasuk dalam perkara cinta. Cinta itu adalah fitrah manusia. Cinta sejati dalam islam tak lekang oleh waktu, karena dua insan yang saling mencintai karena Allah semata
❤❤
Hubungan cinta dalam islam dilandasi oleh akhlakul karimah, keimanan, dan ketaqwaan kepada Allah Subhana Wata'Ala :')

(Sumber:KDKD@duniajilbab)
...................


Cinta karna fisik, kepribadian, harta, semua itu tak akan berlangsung lama...

Jika kau mencintai seseorang karna fisiknya, krna wajahnya yang tampan atau cantik maka kau tak akan mencintainya lagi, jika rupanya mulai memudar -_-

Sama halnya dengan hartanya, jika ia jatuh miskin maka kau tak akan menyukainya lagi..

Sebenarnya cinta itu hanya satu, "CINTA KEPADA ALLAH SUBHANA WATA'ALA "
Jika kau mencintai seseorang dengan alasan lain, itu bukan cinta nak itu hanyalah nafsu belaka (!)


Untukmu yang mencintaiku, aku harap cintamu tetap kau tujukan pada Allah :') Biar Allah saja yang menggerakkan hatiku dan hatimu, serahkan semua padaNya, yakinlah Allah tak akan membuat hambaNya sendirian :') Allah akan menyatukan seseorang yang selalu menjaga dengan yang terjaga❤


πŸ“Lisa Karti Lestari Syahid

Komentar