Tentang impian, tentang Tarim
Impianku
ingin berkunjung ke Bumi Tariim
Bismillah...
Assalamu’alaikum
Wr. Wbr.
Cerita
saya dimulai saat saya selesai membaca salah satu tulisan dari blog teman saya,
tiba-tiba saja saya ada keinginan untuk berkunjung ke kota tarim. Entah saya
berfikir cukup gila, saya ingin ke sana tetapi melihat kondisi ekonomi yang
kurang memungkinkan ehe manabisa -_- Ee Tapi, saya punya Allah yang maha kaya
dan maha memberi saya yakin Allah mendengar do’a saya Allah mengetahui apa yang
ada dalam isi hati saya tanpa saya ucapkan J
Saya tidak mengerti bisikan untuk ke bumi tarim nan suci itu sangat menguat,
disaat saya mencari tau isi kota tersebut lewat Google dan Youtube, Ternyata
sejarah dan ulama-ulama yang tinggal di sana yang mampu membuat diri ini tidak
kuat menahan tangis untuk segera mengunjungi kota tarim :’(
Begitu
indah sejarah di sana, Ulama-ulama dan Wanita Tariim yang membuatku sampai
menjatuhkan air mata keinginan yang menggebu-gebu untuk segera ke sana.
Walaupun, saya juga berfikir dan sedikit minder “ Saya ini pendosa, mampukah kaki ini untuk melangkah ke kota yang
suci itu? :’( Semakin pikiran itu muncul, semakin kuat untuk kesana...
KEISTIMEWAAN
KOTA TARIM
Reporter
: Kak Ramdania (Dream)
Tarim adalah sebuah kota mungil. Walau hanya kota kecil, kota Tarim memiliki
360 masjid yang tersebar di penjuru kota. Jumlah masjid di kota itu sama
seperti jumlah hari dalam setahun. Amat cukup untuk menampung semua muslim di
kota itu. Karena kota kecil, jarak antar masjid terkadang cuma terpaut
beberapa langkah saja. Di satu sisi, kota ini terlindungi oleh
bukit-bukit batu terjal. Di sisi lain dikelilingi oleh perkebunan
kurma.
Lokasi kota Tarim sekitar 1.150 km dari Sana’a, ibu kota Yaman. Sedangkan Yaman adalah negara terdekat dengan kota Mekkah dari jalur darat. Kota Tarim telah menjadi buah bibir para penuntut ilmu agama dari berbagai penjuru, termasuk juga Indonesia.
Kota ini juga menjadi idaman bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu fikih, tasawuf, tauhid, nahwu, luhgah, termasuk tarekat. Bagi mahasiswa Indonesia macam M. Abrar Ibnu Hajar, alumnus Ulumuddin Cunda, Lhokseumawe dan Mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Tarim Hadramaut, ada banyak hal mengesankan di kota itu.
“ Begitu banyak hal menakjubkan yang saya dapati di kota ini yang belum pernah saya dapati di kota-kota lain. Di antaranya keramahan, sopan santun, dan kelembutan hati para penduduknya,” tulisnya di sebuah media lokal Indonesia.
Mekah dan Madinah memang diyakini sebagai kota paling diberkahi di muka bumi. Keistimewaan kedua kota itu bahkan dijelaskan dalam Alquran. Namun ternyata selain kedua kota suci tersebut, ada pula kota lain yang diberkahi Allah dengan berbagai keistimewaan. Kota itu adalah kota Tarim.
Kota Tarim dianggap sebagai salah satu negeri yang paling diberkahi karena merupakan pusat berkumpulnya wali-wali Allah. Oleh sebab itu, kota ini pun terkenal dengan sebutan Kota Seribu Wali.
Sejak dulu, Tarim merupakan pusat Mazhab Syafi’i. Banyak tokoh Islam berasal dari kota ini, seperti Pemimpin Dar Al Mustafa Habib Umar bin Hafidz dan cendikiawan muslim, Habib Ali Al-Jufri.
Di antara sekian banyak kelebihan kota ini, satu yang paling membuatnya istimewa adalah di sini banyak tersebar anak cucu keturunan Rasulullah SAW.
Masyarakat di kota ini dirahmati dengan kebaikan dan perilaku yang mulia karena masih memiliki darah keturunan nabi. Keistimewaan kota ini pun diabadikan dalam banyak hadist. Bahkan, Rasulullah sangat menyanjung kenyamanan kota Tarim bersama keramahan penduduknya.
***
Lokasi kota Tarim sekitar 1.150 km dari Sana’a, ibu kota Yaman. Sedangkan Yaman adalah negara terdekat dengan kota Mekkah dari jalur darat. Kota Tarim telah menjadi buah bibir para penuntut ilmu agama dari berbagai penjuru, termasuk juga Indonesia.
Kota ini juga menjadi idaman bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu fikih, tasawuf, tauhid, nahwu, luhgah, termasuk tarekat. Bagi mahasiswa Indonesia macam M. Abrar Ibnu Hajar, alumnus Ulumuddin Cunda, Lhokseumawe dan Mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Tarim Hadramaut, ada banyak hal mengesankan di kota itu.
“ Begitu banyak hal menakjubkan yang saya dapati di kota ini yang belum pernah saya dapati di kota-kota lain. Di antaranya keramahan, sopan santun, dan kelembutan hati para penduduknya,” tulisnya di sebuah media lokal Indonesia.
Mekah dan Madinah memang diyakini sebagai kota paling diberkahi di muka bumi. Keistimewaan kedua kota itu bahkan dijelaskan dalam Alquran. Namun ternyata selain kedua kota suci tersebut, ada pula kota lain yang diberkahi Allah dengan berbagai keistimewaan. Kota itu adalah kota Tarim.
Kota Tarim dianggap sebagai salah satu negeri yang paling diberkahi karena merupakan pusat berkumpulnya wali-wali Allah. Oleh sebab itu, kota ini pun terkenal dengan sebutan Kota Seribu Wali.
Sejak dulu, Tarim merupakan pusat Mazhab Syafi’i. Banyak tokoh Islam berasal dari kota ini, seperti Pemimpin Dar Al Mustafa Habib Umar bin Hafidz dan cendikiawan muslim, Habib Ali Al-Jufri.
Di antara sekian banyak kelebihan kota ini, satu yang paling membuatnya istimewa adalah di sini banyak tersebar anak cucu keturunan Rasulullah SAW.
Masyarakat di kota ini dirahmati dengan kebaikan dan perilaku yang mulia karena masih memiliki darah keturunan nabi. Keistimewaan kota ini pun diabadikan dalam banyak hadist. Bahkan, Rasulullah sangat menyanjung kenyamanan kota Tarim bersama keramahan penduduknya.
***
Kota Subur di Jazirah Arab
Kota Tarim kerap dijuluki sebagai Al-Ghanna, yang
berarti suatu tempat yang sangat subur. Meski berada di tengah kawasan gurun
tandus berpasir, kota ini diberkahi dengan pohon-pohon besar nan rimbun serta
sumber-sumber air bersih.
Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memuji kota ini dalam sabdanya, " Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpancar dari sana."
Tarim dikenal pula dengan sebutan Madina As-Shiddiq. Sebab, di kota inilah sahabat Nabi Abubakar Ash-Shiddiq pernah meminta sumpah setia penguasa Tarim pada masa itu, yang bernama Ziyad bin Lubaid Al-Anshori beserta penduduknya. Sumpah setia ini yang menjadi muasal jaminan kesuburan dan keistimewaan kota ini.
Karena sumpah setia itu, Abu Bakar berdoa secara khusus kepada Allah. Doanya seperti ini: “ Mudah-mudahan Allah memberikan kemakmuran untuk kota Tarim. Mudah-mudahan Allah memberkahi kesuburan tanah kota Tarim dan sumber airnya. Mudah-mudahan Allah memberkahi Tarim dengan banyaknya para ulama yang sholeh dan menjadikannya negeri yang subur akan awliya-Nya (para wali Allah).”
Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memuji kota ini dalam sabdanya, " Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpancar dari sana."
Tarim dikenal pula dengan sebutan Madina As-Shiddiq. Sebab, di kota inilah sahabat Nabi Abubakar Ash-Shiddiq pernah meminta sumpah setia penguasa Tarim pada masa itu, yang bernama Ziyad bin Lubaid Al-Anshori beserta penduduknya. Sumpah setia ini yang menjadi muasal jaminan kesuburan dan keistimewaan kota ini.
Karena sumpah setia itu, Abu Bakar berdoa secara khusus kepada Allah. Doanya seperti ini: “ Mudah-mudahan Allah memberikan kemakmuran untuk kota Tarim. Mudah-mudahan Allah memberkahi kesuburan tanah kota Tarim dan sumber airnya. Mudah-mudahan Allah memberkahi Tarim dengan banyaknya para ulama yang sholeh dan menjadikannya negeri yang subur akan awliya-Nya (para wali Allah).”
Kini, Tarim menjelma menjadi sebuah kota kecil yang
hening. Tak ada klakson kendaraan, gedung pencakar langit atau jenis kemewahan
lain layaknya di kota-kota metropolitan. Tarim hanya kota mungil berpenduduk
seratus ribu jiwa.
Di sini pemukiman penduduk masih didominasi oleh rumah-rumah yang terbuat dari tanah liat kering. Bahkan ada rumah yang berumur 400 tahun. Kota ini menawarkan suasana klasik yang kental. Jika kebanyakan kota-kota di kawasan Timur Tengah berhawa panas, maka tidak berlaku di tempat ini. Pepohonan rimbun yang tumbuh subur di sepanjang jalan membuat kota ini teduh.
Di sini pemukiman penduduk masih didominasi oleh rumah-rumah yang terbuat dari tanah liat kering. Bahkan ada rumah yang berumur 400 tahun. Kota ini menawarkan suasana klasik yang kental. Jika kebanyakan kota-kota di kawasan Timur Tengah berhawa panas, maka tidak berlaku di tempat ini. Pepohonan rimbun yang tumbuh subur di sepanjang jalan membuat kota ini teduh.
***
Pusat Rujukan Pengetahuan Islam
Sedunia
" Telah tiba di hadapan kalian orang-orang Yaman. Mereka itu adalah orang-orang yang berhati sangat lembut Keimanan itu ada pada orang Yaman. Fiqh itu ada pada orang Yaman. Dan hikmah itu pun ada pada orang Yaman" (HR Bukhari).
Itulah hadist lain mengenai kota Tarim. Menurut Ensiklopedia Islam, kota Tarim menjadi pusat penyebaran Islam ke seluruh dunia. Pasalnya, para sejarawan mencatat Islam tersebar dan sampai ke seluruh Asia, mulai dari India, Cina, Filipina, hingga Indonesia, melalui ulama yang berhijrah dari Tarim-Hadhramaut.
Selain itu, para ulama ini berdakwah hingga ke benua Afrika, Amerika, dan Eropa, memperkenalkan Islam dengan cara dan metode yang sangat mulia (bil hikmah wal mau'idhah hasanah), tanpa kekerasan, apalagi teror. Sehingga masyarakat setempat merasakan esensi ajaran Islam yang sesungguhnya, dan pada akhirnya Islam dapat diterima oleh semua golongan. Mereka, yang merupakan imigran ini juga pandai menyesuaikan diri dengan adat dan budaya setempat.
Di kota ini juga masih terdapat banyak bangunan tua peninggalan peradaban Islam masa lalu. Mulai dari masjid-masjid tua, madrasah ulama, makam para wali dan orang saleh serta jejak-jejak peninggalan sahabat Nabi.
Terbukti ada empat makam nabi di sekitar kota ini, yaitu makam Nabi Hud, Nabi Shaleh, Nabi Hadun, dan Nabi Handhalah. Sementara ada sekitar 70 sahabat tentara Perang Badar yang diutus Abu Bakar Assiddiq untuk membasmi pemurtadan di Kota Tarim, mereka pun syahid dan dimakamkan di kota ini. Dimakamkan di Zambal, di jantung kota Tarim.
Karena menyimpan jutaan sejarah dan sumbangan besar terhadap perkembangan Islam, maka Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (ISESCO), salah satu badan di bawah naungan OKI (Organisasi Konferensi Islam), menganugrahkan penghargaan bergengsi kepada Tarim sebagai “ Pusat Kebudayaan Islam Dunia” pada tahun 2010.
Tarim juga dikenal sebagai pusat menuntut ilmu para alim ulama. Hingga sekarang, kota Tarim tetap eksis dalam memperkenalkan pemahaman-pemahaman Islam yang damai dan berfaham Ahlissunnah wal Jama'ah. Itu terbukti dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa luar negeri, mulai dari Asia, terutama Indonesia, Afrika, hingga Eropa, yang menimba ilmu di kota ini.
Karena begitu istimewanya kota Tarim, sampai sekarang banyak orang datang ke sana untuk mengambil berkah, menuntut ilmu hingga berziarah ke makam wali-wali Allah. Meskipun kondisi negara Yaman saat ini masih bergolak dan tak kondusif untuk dikunjungi, hal itu tak menghentikan langkah mereka untuk mengujungi kota paling diberkati di muka bumi.
" Telah tiba di hadapan kalian orang-orang Yaman. Mereka itu adalah orang-orang yang berhati sangat lembut Keimanan itu ada pada orang Yaman. Fiqh itu ada pada orang Yaman. Dan hikmah itu pun ada pada orang Yaman" (HR Bukhari).
Itulah hadist lain mengenai kota Tarim. Menurut Ensiklopedia Islam, kota Tarim menjadi pusat penyebaran Islam ke seluruh dunia. Pasalnya, para sejarawan mencatat Islam tersebar dan sampai ke seluruh Asia, mulai dari India, Cina, Filipina, hingga Indonesia, melalui ulama yang berhijrah dari Tarim-Hadhramaut.
Selain itu, para ulama ini berdakwah hingga ke benua Afrika, Amerika, dan Eropa, memperkenalkan Islam dengan cara dan metode yang sangat mulia (bil hikmah wal mau'idhah hasanah), tanpa kekerasan, apalagi teror. Sehingga masyarakat setempat merasakan esensi ajaran Islam yang sesungguhnya, dan pada akhirnya Islam dapat diterima oleh semua golongan. Mereka, yang merupakan imigran ini juga pandai menyesuaikan diri dengan adat dan budaya setempat.
Di kota ini juga masih terdapat banyak bangunan tua peninggalan peradaban Islam masa lalu. Mulai dari masjid-masjid tua, madrasah ulama, makam para wali dan orang saleh serta jejak-jejak peninggalan sahabat Nabi.
Terbukti ada empat makam nabi di sekitar kota ini, yaitu makam Nabi Hud, Nabi Shaleh, Nabi Hadun, dan Nabi Handhalah. Sementara ada sekitar 70 sahabat tentara Perang Badar yang diutus Abu Bakar Assiddiq untuk membasmi pemurtadan di Kota Tarim, mereka pun syahid dan dimakamkan di kota ini. Dimakamkan di Zambal, di jantung kota Tarim.
Karena menyimpan jutaan sejarah dan sumbangan besar terhadap perkembangan Islam, maka Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (ISESCO), salah satu badan di bawah naungan OKI (Organisasi Konferensi Islam), menganugrahkan penghargaan bergengsi kepada Tarim sebagai “ Pusat Kebudayaan Islam Dunia” pada tahun 2010.
Tarim juga dikenal sebagai pusat menuntut ilmu para alim ulama. Hingga sekarang, kota Tarim tetap eksis dalam memperkenalkan pemahaman-pemahaman Islam yang damai dan berfaham Ahlissunnah wal Jama'ah. Itu terbukti dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa luar negeri, mulai dari Asia, terutama Indonesia, Afrika, hingga Eropa, yang menimba ilmu di kota ini.
Karena begitu istimewanya kota Tarim, sampai sekarang banyak orang datang ke sana untuk mengambil berkah, menuntut ilmu hingga berziarah ke makam wali-wali Allah. Meskipun kondisi negara Yaman saat ini masih bergolak dan tak kondusif untuk dikunjungi, hal itu tak menghentikan langkah mereka untuk mengujungi kota paling diberkati di muka bumi.
(sumber: berbagai sumber)
Istimewa
banget kan kota tarim? MasyaaAllah inilah alasan saya yang sangat ingin
mengunjungi bumi tarim :)
Lanjut
saya ingin berbagi kisah tentang wanita di kota tarim....
Dalam
buku berjudul ‘Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Sholehah’ karya Ustazah Halimah
Al-Alaydrus, ada cerita menarik tentang keistimewaan perempuan Tarim,
Hadramaut, Yaman.
Diceritakan, perempuan Tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan beragama yang dekat dengan ulama, majlis ilmu, maulid dan sebagainya. Sejak kecil mereka dididik untuk membaca Alquran oleh orang tua mereka. Terdidik dengan akhlak yang mulia.
Pergaulan mereka terjaga. Begitu juga aurat mereka. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. Mereka tidak pernah melihat lelaki asing selain dari saudara-saudara lelaki dan orang tua mereka saja.
Diceritakan, perempuan Tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan beragama yang dekat dengan ulama, majlis ilmu, maulid dan sebagainya. Sejak kecil mereka dididik untuk membaca Alquran oleh orang tua mereka. Terdidik dengan akhlak yang mulia.
Pergaulan mereka terjaga. Begitu juga aurat mereka. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. Mereka tidak pernah melihat lelaki asing selain dari saudara-saudara lelaki dan orang tua mereka saja.
Mereka
dibesarkan dengan tidak mengenal musik, tidak mengenal kebiadaban dan tidak
kenal wajah orang fasiq. Perbincangan mereka adalah perbincangan tentang
majlis-majlis ilmu, Alquran, adab, akhlak, tasawwuf dan seumpamanya. Begitulah
keadaan mereka dibesarkan.
Apabila tiba saat yang sesuai untuk dinikahkan oleh walinya maka mereka dinikahkan pada pasangan yang sesuai. Pilihan keluarga, dan tanpa ada bantahan. Tanpa ada cinta atau ‘datang’ sebelumnya. Kebiasaannya mereka menikah di usia yang masih muda, sekitar belasan tahun. Begitulah keadaan mereka, cukup terpelihara dan terjaga.
Apabila tiba saat yang sesuai untuk dinikahkan oleh walinya maka mereka dinikahkan pada pasangan yang sesuai. Pilihan keluarga, dan tanpa ada bantahan. Tanpa ada cinta atau ‘datang’ sebelumnya. Kebiasaannya mereka menikah di usia yang masih muda, sekitar belasan tahun. Begitulah keadaan mereka, cukup terpelihara dan terjaga.
Wanita Tarim juga tidak pernah menyusahkan suami mereka. Begitu juga dengan para suaminya, tidak menyusahkan isteri mereka. Apabila barang kebutuhan rumah seperti beras susu dan sebagainya kehabisan, mereka tidak langsung memberitahu suami karena khawatir suami mereka tidak mempunyai uang atau sedang sibuk. Maka yang mereka lakukan adalah meletakkan bungkusan-bungkusan kosong pada tempat yang mudah dilihat suaminya.
Begitu juga para suami, seluruh hajat dan keperluan dapur seperti sayur dan sebagainya suami yang membelikan. Keadaan ini tidak pula menghalangi para isteri untuk keluar membeli ke pasar seperti membeli baju atau barang keperluan wanita. Namun urusan dapur seperti membeli sayur, beras dan lain-lainnya itu merupakan tugas suami atau pembantu.
Sang isteri selalu menghias dan menjadikan kamar tidur harum mewangi. Apabila suaminya pulang, pastilah kamar sudah dikemas rapi, indah dan harum. Pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi juga wangi dan semuanya kemas serapi mungkin. Karena wangi-wangian itu mampu membangkitkan suasana yang tenang dan romantik serta menambahkan kasih sayang.
Si isteri juga tidak pernah meninggikan suara kepada suami mereka. Mereka tidak pernah marah dan tidak pernah cemburu. Bila mereka merasa kesal, mereka akan menangis dan mengadu pada suaminya dengan nada yang lirih. Itulah marah mereka. Keadaannya sama juga dengan para suami. Mereka tidak pernah marah kepada isteri, apalagi mencaci dan menghina.
Jika suami merasa kesal atas sesuatu perkara, mereka akan menulis sepucuk surat kepada isteri dan kemudian mereka akan pergi atau tidur. Kemudian nanti isteri akan menjawab pula surat daripada suami tadi, seterusnya suami pula akan menjawab surat daripada isteri dan sehingga akhirnya mereka berdua akan tertawa bersama. Indahnya marah yang seperti ini, marah yang mampu menjadi hiburan, marah yang diakhiri dengan gelak tawa tanpa seorang pun daripada mereka memendam rasa.Jika melihat kehidupan masyarakat di kota seribu wali ini, akan didapati banyak keunikan dan seni budi pekerti junjungan mulia Nabi Muhammad SAW yang susah kita temukan di masa kini. Di Tarim, rumah tangga Nabawi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah keberkahan yang ada di Kota Tarim.
Di Tarim sangat sulit ditemui kaum perempuan memperlihatkan wajahnya di khalayak ramai. Sekalipun mereka bekerja di ladang atau mengembala kambing kawasan kering bukit, mereka tetap jauh dari pandangan kaum lelaki. Perempuan Tarim tetap memakai niqab/berpurdah hitam.
Mereka dapat bertahan di tengah terik walaupun matahari di negeri Tarim (Hadramaut) terkenal dengan panasnya. Begitulah tangguhnya wanita-wanita Tarim. Perempuan di Tarim hanya keluar apabila ada keperluan penting saja. Apabila ke pasar atau ke kedai ada mahram yang menemaninya atau mereka keluar secara bergerombolan. Maka terpeliharalah mereka dari segala macam fitnah. Itu sebabnya, perempuan Tarim dijuluki bidadari bumi.
Perempuan Tarim saat bekerja di ladang memakai niqab/berpurdah hitam. Mereka benar-benar menjaga kehormatan dan jauh dari pandangan laki-laki. (Sumber.Sindonews.RusmanSiregar)
Masih banyak keistimewaan kota tarim, ingin rasanya segera kesana dan
melihat langsung kota dan para wanita di sana. Saya sangat terinspirasi dengan
kehidupan wanita di bumi tarim -_-
@lskrtlstr






Komentar
Posting Komentar