Sabar itu memang sulit, tapi hadiahnya surga 🌸
Bismillaah
Oleh Imam Nafi’ Junaidi
Oleh Imam Nafi’ Junaidi
Kata ikhlas berasal dari kata
khalasha yang artinya adalah bersih, murni, suci dan lain sebagainya. Ikhlas adalah melakukan amalan-amalan semata mencari Ridha Allah SWT. Amalan-amalan tersebut dilakukan hanya semata-semata karena Allah SWT, tidak karena yang lain. Tidak berharap pujian, sanjungan, popularitas, harta kekayaan, kepentingan pribadi dan lain-lain. Dalam Al-Qur’an ada beberapa kata yang menunjukkan kata ikhlas, diantaranya dalam surat Az Zumar ayat 14 “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.’”
Hakikat ikhlas adalah berlepas diri dari segala sesuatu selain Allah SWT.
Keikhlasan itu akan melekat pada seorang guru ngaji apabila pekerjaan mengajar ngaji itu merupakan panggilan jiwa atau panggilan hati nurani yang paling dalam. Mengajar ngaji merupakan cita-citanya, yang telah diperjuangkan sehingga tak tergoyahkan dengan pekerjaan – pekerjaan lainnya yang dari penghasilan tentunya lebih besar dari sekedar menjadi guru ngaji. Rasa capek, letih, cucuran keringat, haus dan dahaga tidaklah diperdulikan guru ngaji dalam mengajar demi mencerdaskan anak-anak bangsa. Sosok seperti inilah yang akan membawa perubahan dalam dunia pendidikan agama yang tertuju pada keberhasilan anak sebagai penerus bangsa.
Mengajarkan Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, serta memotivasi anak agar terus berjuang untuk meraih cita-citanya.
Menjadi guru ngaji haruslah mempunyai keikhlasan dan kesabaran yang tinggi, karena yang dihadapi adalah berkaitan dengan urusan akhirat. Juga menghadapi anak-anak yang beragam dari tingkat kecerdasan, karakter dan latar belakang pendidikan orang tuanya. Dalam menggapai kesabaran, kunci utamanya adalah keikhlasan. Jika seorang guru ngaji sudah bisa ikhlas maka segala rintangan bisa dihadapi dengan kesabaran.
Jadi antara ikhlas dan sabar itu tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya. Dengan ikhlas dan sabar juga untuk memudahkan menjalankan kewajibannya sebagai guru ngaji.
Guru ngaji adalah profesi yang sangat mulia, karena mengemban misi suci dalam menyebarluaskan pemahaman Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi masyarakat dalam mewujudkan cita-citanya selamat dunia maupun akhirat. Juga mewujudkan masyarakat yang Qur’ani ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam sebuah hadits, Nabi bersabda
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan yang mengajarkannya".
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan yang mengajarkannya".
Santri dan gurunya sama-sama mendapatkan kemuliaan. Kehadiran guru ngaji tak tergantikan oleh unsur lain lebih-lebih guru ngaji yang benar-benar ikhlas berjuang lahir batin mengajarkan baca tulis Al-Quran demi mewujudkan masyarakat Qur’ani.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita umat Islam lebih maksimal menjadikan Al-Quran sebagai imam kita. Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup baik teori maupun praktek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda, “Kutinggalkan kepadamu dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya yakni Al-Quran dan Hadits”.
Memilih Al-Quran sebagai benteng pertahanan yang kokoh merupakan kebutuhan mendesak kita yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Semoga bangsa ini dianugerahi guru-guru ngaji yang ikhlas sehingga menjadi Negara yang Baldatun Toyyibatun Wa robbun Ghofur.
Wallahu a’lam….
🌸🌸Sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa Allah swt memberikan 8 macam pahala dan kemuliaan bagi orang-orang yang sabar. Apa saja 8 hal tersebut?
Wallahu a’lam….
🌸🌸Sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa Allah swt memberikan 8 macam pahala dan kemuliaan bagi orang-orang yang sabar. Apa saja 8 hal tersebut?
1.) Kecintaan dari Allah.
وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Dan Allah Mencintai orang-orang yang sabar.” (QS.Ali Imran:146)
2.) Pertolongan dari Allah.
إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.al-Baqarah:153)
3.) Kamar-kamar di surga.
أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا
“Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka.” (QS.al-Furqan:75)
4.) Pahala yang tak terbatas.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS.az-Zumar:10)
5.) Kabar gembira dari Allah.
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.al-Baqarah:157)
6 dan 7.) Salawat dan rahmat dari Allah.
أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ
“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya.” (QS.al-Baqarah:157)
7.) Petunjuk dari Allah.
وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.al-Baqarah:157)
Sungguh besar pahala dan kemuliaan yang dimiliki orang-orang yang sabar. Mari kita melatih diri untuk bersabar dalam menghadapi segala kesulitan hidup. Karena dunia ini adalah tempatnya ujian, sementara akhirat adalah tempat menuai segala amal perbuatan.
(sumber:rumahtahfidz.net.Khazanahalquran.com)
KETIKA KEIKHLASAN SUDAH ADA DI DALAM HATI MAKA TAK AKAN ADA AMARAH :')

Komentar
Posting Komentar